Perang Api, Tradisi Tolak Bala dengan Bobok di Lombok

Kata perang sangat identik dengan dendam dan permusuhan. Hal ini berbeda dengan perang yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Mereka memiliki tradisi yang bernama perang api. Perang api adalah sebuah tradisi yang dilaksanakan secara turun temurun oleh umat Hindu di Lombok  untuk menyambut hari raya Nyepi. Biasanya tradisi ini digelar setahun sekali di Persimpangan Tugu Tani, Kota Mataram.

Tradisi perang api memamerkan aksi dua kubu umat Hindu, yaitu antara warga lingkungan Negara Sakah dengan warga Sweta. Keduanya akan saling menyerang satu sama lain dengan menggunakan senjata bernama Bobok.

Bobok adalah sebuah sapu lidi yang terbuat dari daun kelapa kering, yang dibakar. Inilah yang menjadi senjata utama untuk menyerang lawan pada saat perang api dilakukan. Tradisi ini seringkali menarik dan mengundang warga sekitar dan warga asing datang untuk menyaksikan.

Dengan dibakarnya Bobok, maka menandakan perang api antar kedua kubu tersebut telah dimulai. Pada saat perang api dimulai, terlihat suasana perang sesungguhnya yang saling menyerang penuh dendam dan amarah.

Kedua kubu tak tanggung-tanggung akan saling menyerang dan menebaskan Bobok ke badan lawan tanpa takut terkena panasnya api yang membara. Suasana mencekam dirasakan juga oleh pengunjung yang menonton.

Setelah salah satu kubu menyerah, maka peperangan ini berakhir dengan bantuan seorang pecalang yang menghentikannya. Dengan berakhirnya peperangan, maka warga kedua kubu pun pulang ke rumah masing-masing dengan suasana damai tanpa membawa rasa dendam.

Menurut kepercayaan umat Hindu, perang api memiliki makna untuk tolak bala, atau untuk membersihkan bumi dari malapetaka yang terjadi.

Selain itu perang api ini juga dilakukan untuk membersihkan manusia dari unsur-unsur jahat yang ada di dalam dirinya, khususnya sebelum melakukan tapa brata penyepian. Lewat tradisi ini, manusia diharapkan telah memiliki pribadi yang benar-benar suci dan terhindar dari hawa nafsu yang sangat buruk saat menjalani rangkaian Nyepi.

 

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s